Saturday, June 30, 2012

'Claudio Marchisio: Kami Mampu Kalahkan Spanyol'

Gelandang Azzurri ini menilai kemenangan Euro 2012 akan bisa menjadi jalan untuk memulihkan citra sepakbola di negaranya yang telah tercoreng dengan skandal Scommessopoli. 


Claudio Marchisio menilai kemenangan di final Euro 2012 akan bisa memulihkan martabat sepakbola di negaranya.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya temuan skandal Scommessopoli yang menggoyahkan integritas sepakbola di daratan Italia.

Untuk itu tekad Marchisio sudah sangat tegas. Ia ingin mengakhiri corengan yang telah menghiasi wajah sepakbola Italia dengan cara mengalahkan juara bertahan Spanyol di partai puncak dini hari nanti.  

"Membawa kemenangan ke rumah tentunya akan menjadi sangat penting buat keseluruhan sepakbola Italia," kata Marchisio.

"Pelatih Italia Cesare Prandelli sangat mumpuni untuk menanamkan keyakinannya kepada kami, baik itu di dalam maupun luar lapangan."

"Jadi kami rasanya mampu mengalahkan Spanyol karena kami adalah sebuah tim yang terus menunjukkan kemajuan peningkatan di setiap pertandingan."

"Spanyol memang tim yang hebat. Tapi laga ini menjadi sangat penting. Kami juga tak terlalu peduli siapa nantinya akan akan tampil di lapangan," ujarnya dengan penuh semangat.
 

Info

'Dejan Antonic Lega Arema IPL Bekuk Persijap Jepara'

Dejan Antonic menilai pertandingan antara Arema IPL dan Persijap Jepara berlangsung menarik.


Pelatih Arema yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) Dejan Antonic merasa lega dengan kemenangan anak asuhnya di markas Persijap Jepara kemarin (30/6).

Seperti yang diketahui, Arema butuh waktu 90 menit untuk menjebol gawang Persijap, melalui tembakan voli Andrew Barisic. Dejan senang kemenangan dapat diraih karena timnya baru saja menjalani dua laga tandang.

“Ini merupakan pertandingan yang cukup berat bagi Arema. Kita baru saja menjalani dua kali pertandingan tandang. Karena itu, kita tidak banyak memiliki waktu untuk beristirahat,” ujar Dejan.

“Ini merupakan sebuah pertandingan fair. Kita senang melihat dua tim bermain apik. Mereka main tanpa beban,” tandas Dejan.
 

Info 

'Vicente Del Bosque Tak Suka Spanyol Difavoritkan'

Pelatih Spanyol ini menilai kedua tim yang akan tampil di final Euro 2012 memiliki kekuatan yang sepadan.


Meski menyandang status sebagai juara dunia dan Eropa namun pelatih Spanyol Vicente del Bosque tak pernah suka untuk dijadikan tim favorit ketika menghadapi Italia di final Euro 2012.

Sebelum turnamen digelar, Spanyol bersama dengan Jerman dan Belanda menjadi deretan tim favorit di turnamen ini. Namun Jerman dan Belanda sudah tersingkir dan kini hanya menyisakan Spanyol saja.  

Menurut Del Bosque, di bawah pelatih Cesare Prandelli Italia saat ini telah melakukan kebangkitan. Ia mampu menutupi jurang pemisah diantara para tim favorit yang tampil di turnamen ini.

"Kita tentunya tidak bisa melihat lagi ke belakang," kata Del Bosque pada jumpa pers jelang pertandingan.

"Kami tak berpikir bahwa sejarah akan bisa memengaruhi segalanya. Soalnya Italia juga pernah meraih empat kali juara Piala Dunia, sementara kami baru memenangkannya dua tahun lalu."

"Jadi tentu saja di sana memang ada sekelumit sejarah yang masuk. Tapi perlu saya tegaskan kembali, kini kami harus berpikir di masa sekarang."

"Saya rasa kami ini sepadan. Kedua tim ini sudah pernah memenangkan adu penalti di laga yang telah dilalui, begitu juga kami berada di grup yang sama. Lalu gaya permainan kami juga mirip."

"Jadi saya tidak bisa mengatakan di sana ada perbedaan yang besar diantara kedua tim ini," ujarnya. 

Info

'UEFA Minta Teknologi Garis Gawang Ditunda'

Meski kontroversi garis gawang terjadi lagi selama Euro 2012, UEFA tak mengubah pendapatnya soal penggunaan teknologi.


UEFA ingin Badan Peraturan Sepakbola (IFAB) untuk menunda keputusan untuk mengesahkan teknologi garis gawang, yang diperkirakan akan dikeluarkan saat diadakan rapat IFAB Kamis mendatang.

Sekretaris jenderal UEFA Gianni Infantino lebih memilih penggunaan wasit kelima di belakang gawang, meskipun salah satu wasit di belakang gawang itu gagal memberikan gol bagi Ukraina saat melawan Inggris.

"Kami telah mengulas 1.000 pertandingan di level tertinggi, dan Pierluigi Collina (ketua wasit UEFA) menunjukkan semua situasi dan keuntungan dalam masa ujicoba tiga tahun," kata Infantino.

Infantino yakin, "Komite eksekutif UEFA secara mutlak setuju untuk mengeluarkan pernyataan dukungan penuh terhadap sistem ini, dan meminta IFAB serta FIFA mengizinkan penggunaan lima wasit di masa datang."

"Hasil dari 1.000 pertandingan ini sangat positif dan hanya ada satu kesalahan serius. Sayangnya, kesalahan ini terjadi selama Piala Eropa seperti yang kita sama-sama tahu, tetapi ada dukungan mutlak. Komite eksekutif meminta FIFA dan IFAB untuk memulai debat tentang penggunaan teknologi dalam sepakbola dengan melibatkan semua pihak terkait, sebelum keputusan diambil," desaknya.

Info

'Cesare Prandelli: Gelandang Italia Sanggup Hentikan Spanyol'

Pelatih Italia itu yakin bisa menghentikan gerak-gerik pemain tengah Spanyol.

 

Cesare Prandelli yakin timnya cukup berkualitas untuk menghentikan Spanyol, termasuk untuk memutuskan dominasi juara dunia dan Eropa itu dalam penguasaan bola.

"Saya harap kami bisa tampil positif dan mendominasi permainan. Sasaran pertama kami adalah menutup ruang gerak dan mendapatkan bola. Bagi kami, itu penting untuk tetap fokus pada sasaran kami, yakni menutup ruang di lini tengah," kata Prandelli.

Bos tim Azzurri itu yakin, "Gelandang tengah kami berkualitas, kami mampu menutup ruang dan memberikan tekanan di daerah itu, serta kami punya pemain hebat yang bisa menaikkan tempo permainan dan berada di posisi tepat. Tentu saja orang itu adalah Andrea Pirlo."

Selain itu, mantan pelatih Fiorentina itu juga memuji gaya permainan Spanyol yang sanggup membawa mereka menjadi juara Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.

"Saya berharap tim Spanyol yang biasa, tim berani yang bisa mengontrol bola dan juga menekan Anda, mereka salah satu tim yang kebobolan paling sedikit di turnamen ini, dan bahkan tanpa penyerang tengah, mereka bisa menerobos dan berada di belakang bek lawan, serta bermain sepakbola modern yang saya nikmati," katanya

Info

'Mario Balotelli Pria Yang Baru'

Balotelli dinilai menjadi pribadi yang lebih baik sejak bergabung dengan Manchester City. 


Dua gol yang dicetak Balotelli ke gawang Jerman di babak semi-final, membuat penyerang Italia ini total sudah mencetak tiga gol dan berpeluang menjadi top-skor Euro 2012.

Permainan Balotelli mengundang banyak pujian, termasuk dari Prandelli. Pelatih timnas Italia itu menilai Balotelli sudah menjadi pria yang baru dalam artian positif.

Hal itu berdampak pada penampilan Italia yang awalnya tidak terlalu diunggulkan, justru berhasil tampil di partai final Euro 2012 dan akan menghadapi juara bertahan Spanyol.

"Kami selalu yakin ia punya kemampuan dan bakat luar biasa. Permainannya semakin meningkat dan yang tak kalah penting sikapnya sudah semakin baik. Saya rasa ia sudah menjadi pria yang baru sejak meninggalkan Inter dan pindah ke Manchester City," puji Prandelli pada media.

"Ia sudah menemukan irama permainannya seperti sudah dijalaninya bersama klubnya. Saya memintanya untuk melakukan hal-hal tertentu dan sampai saat ini ia mampu melakukannya dengan baik. Saya berharap ia mengulangi performa terbaiknya di partai final nanti."

Info

'Spanyol Cesare Prandelli Vs. Itali Vicente Del Bosque'

Rekor bagus yang dimiliki Del Bosque akan berhadapan dengan tren menanjak yang dialami Prandelli. 


Euro 2012 bukan hanya menampilkan permainan yang memukau dan para pemain yang tampil luar biasa. Faktor pelatih sangat penting dalam kesuksesan sebuah tim. Keberhasilan Italia dan Spanyol melaju sampai ke partai final tentu tak lepas dari peran masing-masing pelatih.

Pencapaian Spanyol mungkin tidak terlalu mengejutkan karena sejak awal turnamen yang berlangsung di Polandia dan Ukraina ini, mereka ternasuk tim unggulan dan diperkirakan mampu mempertahankan gelar yang mereka rebut di Euro 2008.

Namun taktik yang diracik Del Bosque kemungkinan besar tidak banyak diduga. Sejak gim perdana di babak penyisihan grup, ia jarang mengandalkan seorang striker di lini depan dan justru lebih sering menempatkan pemain tengah seperti Cesc Fabregas sebagai penyerang utama.

Protes dan keluhan pun mulai mengalir, seperti kurang dimaksimalkannya Fernando Torres, atau Fernando Llorente yang belum kunjung dipasang sebagai pemain utama sampai keputusan menurunkan Alvaro Negredo menjadi starter saat menghadapi Portugal.

Tapi faktanya, Spanyol berhasil lolos ke final tanpa pernah terkalahkan, sehingga tidak ada alasan untuk kembali mempertanyakan taktik yang diterapkan mantan pelatih Real Madrid tersebut. Di sisi lain, Del Bosque harus kembali membuktikan kalau ia benar dengan membawa Spanyol mengalahkan Italia di partai final.

Sementara itu, lolosnya Italia ke partai final mungkin tidak banyak diduga. Walaupun punya banyak pemain berkualitas, tapi masalah non-teknis kerap menganggu persiapan tim Azzurri. Masalah skandal suap, cedera pemain utama dan terlalu bergantung pada Andrea Pirlo membuat banyak pengamat tidak terlalu menjagokan juara Piala Dunia 2006 ini.

Belum lagi keberadaan pemain bengal seperti Mario Balotelli yang sempat diragukan bisa bersinar dan kondisi Antonio Cassano yang baru saja pulih dari cedera panjang. Namun Prandelli sejauh ini mampu membuktikan bahwa salah besar meremehkan kekuatan timnya.

Setelah sempat menahan imbang Spanyol di laga perdana, Italia ditahan seri oleh Kroasia sebelum kemudian mengalahkan Republik Irlandia di pertandingan terakhir penyisihan grup. Berikutnya, mereka mengkandaskan dua rival lama yaitu Inggris dan Jerman untuk memastikan tempat di laga final.

Tak bisa dipungkiri tangan dingin dan taktik brilian Prandelli sangat berpengaruh dalam keberhasilan Italia di turnamen empat tahunan ini. Mantan pelatih Fiorentina ini mampu memaksimalkan kemampuan para pemainnya seperti Bonucci, Diamanti, Montolivo dan Balotelli yang sangat bersinar.

Italia dan Spanyol akan kembali bertemu di Kiev, Minggu (1/7) waktu setempat. Tentu menarik untuk melihat peran pelatih dari kedua tim, termasuk rekor-rekor yang sudah mereka torehkan.

HEAD-TO-HEAD PELATIH

PRANDELLI vs. DEL BOSQUE
 
 
23 Desember 1950 TANGGAL LAHIR 19 Agustus 1957
Real Madrid, Besiktas KLUB YANG PERNAH DILATIH Atalanta, Lecce, Verona, Venezia, Parma, Roma, Fiorentina
Dua gelar La Liga Spanyol & Liga Champions PRESTASI DI KLUB Satu gelar Serie B
Menang 1-0 atas Bosnia (2008) DEBUT PELATIH TIMNAS Kalah 1-0 dari Pantai Gading (2010)
Juara Piala Dunia 2010 GELAR BERSAMA TIMNAS -
50 laga; 40 menang, 4 draw, 6 kalah REKOR DI TIMNAS 26 laga; 13 menang, 7 draw, 6 kalah
83 persen PERSENTASE KEMENANGAN 58 persen
Del Bosque memang lebih berpengalaman dan sudah meraih sukses besar dengan membawa Spanyol menuncaki Piala Dunia 2010. Ia juga termasuk berhasil mengangkat prestasi Real Madrid.

Sedangkan Prandelli ditunjuk sebagai pelatih setelah Italia gagal total di Piala Dunia 2010. Ia memang tidak banyak meraih prestasi saat melatih beberapa klub Italia, tapi kehebatannya dalam meramu tim dan memaksimalkan potensi pemain sudah banyak diakui.

Kalau menilik dari pertemuan mereka sebelumnya di babak penyisihan grup, Prandelli bisa dibilang mampu 'menjinakkan' permainan tiki-taka khas Spanyol dan membendungnya dengan gaya catenaccio yang sudah diperbaruinya.

Prandelli membuktikan kalau timnya juga mampu bermain cepat saat babak pertama melawan Jerman dan taktik jitunya. Kemenangan itu juga semakin memperlihatkan kalau tren permainan Italia memang sedang menanjak dan bisa mencapai klimaksnya pada partai final nanti.

Sementara Del Bosque yang lebih senior punya banyak pilihan di berbagai posisi dan secara materi pemain timnya memang sedikit lebih diunggulkan. Namun sekali lagi, tim yang lebih diunggulkan belum tentu akan meraih kemenangan. Ini saatnya bagi Prandelli untuk membuat sejarah dengan merebut gelar pertama bersama Italia dan mengulangi prestasi juara di Euro 1968.

Namun Del Bosque juga tertantang membuat sejarah baru dengan mempertahankan gelar Piala Eropa sekaligus membawa Spanyol meraih tiga gelar internasional secara berurutan, sebuah prestasi yang belum pernah dicapai tim manapun. Taktik siapa yang lebih brilian, Prandelli atau Del Bosque? Menarik untuk ditunggu!

Info

'Giorgio Chiellini: Pemain Spanyol Hanya Manusia Biasa'

Chiellini menyampaikan ambisinya mengalahkan Spanyol untuk mewujudkan impan menjadi juara.


Bek Italia Giorgio Chiellini merasa yakin Azzurri bisa mengalahkan Spanyol dalam pertandingan final Piala Eropa 2012 di Kiev, Senin (2/7) dinihari WIB.

Italia bermain imbang 1-1 melawan juara bertahan tersebut di laga Grup C, dan mereka kembali bertemu di partai puncak.

“Mereka hanya manusia biasa, dan kami bisa mengalahkan mereka,” ujar Chiellini

“Kami tidak menjalani laga ini untuk membalas dendam, tapi mewujudkan impian kami.”

“Walau masih merasakan kelelahan, kami selalu bisa menemukan tenaga untuk bermain di final.”

Info

Xavi Belum Mau Putuskan Masa Depan Di Tim Nasional

Jendral lapangan Spanyol ini masih fokus memberikan kemenangan bagi Spanyol, dan belum memikirkan pensiun dari tim nasional.


Gelandang Spanyol Xavi mengaku belum tahu apakah akan tampil di turnamen besar bersama La Furia Roja usai penyelenggaraan Piala Eropa 2012.

Pemain berusia 32 tahun ini memainkan peranan penting bagi dominasi Spanyol di persepakbolaan internasional sejak empat tahun terakhir. Dalam kurun waktu itu, Spanyol menjadi kampiun Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.

Namun Xavi masih enggan memastikan apakah final melawan Italia akan menjadi laga terakhirnya di turnamen besar bersama tim nasional, dan memilih berkonsentrasi menghadapi Azzurri untuk mencatatkan sejarah.

“Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi turnamen terakhir saya. Saya masih merasa buhar, dan ambil bagian dari kemenangan-kemenangan itu. Prioritas utama saya adalah kemenangan tim,” ujar Xavi kepada wartawan.

Spanyol dan Italia bermain imbang 1-1 di laga Grup C, dan Xavi meyakini Italia kini bukan tim yang mengandalkan permainan bertahan.

Italia bukan lagi tim Catenaccio seperti yang kita kenal. Kunci dari pertandingan ini adalah berusaha menguasai bola, karena kedua tim menginginkannya,” kata Xavi.

“Kami bisa saja menyingkirkan Italia di fase grup, tapi kami selalu berusaha meraih kemenangan. Karena itu, kami tidak akan menyesal sekalipun kalah di laga nanti.”

 Info